
Hari Sabtu, 10 Oktober 2026, di ruang Majapahit RSUD Dr Saiful Anwar Malang digelar acara seminar ilmiah bertajuk Optimasi Nutrisi Preoperatif Pada Pasein Bedah dengan Malnutrisi Berat.
Acara yang merupakan bagian dari agenda tahunan AsDI (Asosiasi Dietisien Indonesia) Korwil Malang menghadirkan Dr dr Aries Budianto, Sp.B, Subsp,BD (K) dan Bayu Dhimas Pradipta, S.Gz sebagai pembicara.
Kegiatan seminar ini diikuti oleh 112 ahli gizi di wilayah AsDI korwil malang. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen AsDI Jawa Timur khususnya Korwil Malang untuk terus memberikan pengetahuan gizi terbaru sebagai bentuk menjaga kompetensi rekan rekan ahli gizi dalam memberikan pelayanan gizi.
Acara dibuka dengan sambutan dari ibu Ida Restyani, S.ST, M.Kes selaku Ketua AsDI Korwil Malang dimana beliau memuji panitia yang bekerja luar biasa agar acara ini dapat terselenggara dengan baik meski di bulan sebelumnya terjadi musibah kebakaran di RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Selanjutnya, ibu Unjiati, SKM, M.Kes, Dietisien, selaku Ketua PD AsDI Jawa Timur menambahkan untuk mengingatkan kepada rekan rekan ahli gizi yang berkiprah di bidang klinis agar menempuh pendidikan profesi. Sambutan ditutup oleh ibu Rosidah Inayati, S.ST, S.Gz, MM mewakili Ketua PD Persagi Jawa Timur dengan memberikan semangat bahwa gizi merupakan bagian penting dalam penanganan pasien bedah.

Pada sesi pertama Dr dr Aries menjelaskan tentang tahapan tahapan kegiatan operasi dan peran nutrisi dalam mendukung keberhasilan penanganan operasi. Metoda ERAS (Enhanced Recovery After Surgery} dimana mengoptimalkan pemenuhan gizi sebelum operasi serta setelah operasi sangat penting. Beliau telah memberikan edukasi juga kepada rekan rekan dokter bedah agar memberikan kepercayaan kepada ahli gizi untuk upaya pemenuhan gizi pasien. Materi Dr dr Aries disampaikan dengan yang mudah dimengerti oleh para ahli gizi serta juga menyelipkan hikmah hikmah tubuh dalam kehidupan.
Pada sesi kedua disampaikan oleh Bayu Dhimas Pradipta, S.Gz yang memaparkan upaya untuk pemenuhan gizi pada pasien bedah. Ditampilkan dalam sesi tersebut bagaimana pemenuhan gizi tersebut jika dipenuhi melalui makanan maupun melalui suplementasi khususnya zat gizi seperti arginin, glutamin, maupun nukleotida.
Pada kesempatan tanya jawab terlihat peserta puas terhadap penjelasan lanjutan dari para pemateri. Tak ketinggalan pula bahwa setiap peserta yang bertanya mendapat hadiah buku yang ditulis oleh Dr dr Aries.
Akhirnya, acara ditutup dengan rasa gembira dan meninggalkan bekas pengetahuan dalam ingatan masing masing peserta. Beberapa peserta diajak berkeliling ke instalasi gizi RSUD Dr Saiful Anwar yang terkena musibah kebakaran serta diberikan kiat oleh kepala Instalasi Gizi agar pelayanan gizi tetap dapat dilakukan ditengah musibah. Pentingnya manajemen kebencanaan dalam lingkup instalasi gizi menjadi topik perbincangan.
Semoga kegiatan seminar ilmiah di Malang ini meningkatkan kesadaran kawan kawan ahli gizi tentang pentingnya gizi sebagai bagian dari pelayanan pasien maupun klien.
Tetap semangat kawan kawan Ahli Gizi.
-n3n-
