
Surabaya, 9 November 2024
Awal November ini, AsDI Korwil Surabaya menyelenggarakan webinar “Update Penatalaksanaan Nutrisi dan Asuhan Gizi Pada Pasien Critical Ill di ICU” dengan pemateri Dr Bambang Pujo Semedi, dr.Sp.An-TI.Subsp.T(K) yang sehari harinya bertugas di RSUD Dr Soetomo Surabaya, dan Ika Mukti Virgianti,S.ST,M.Gz,RD seorang dietisien RSP AL Dr Ramelan Surabaya.

Acara diawali dengan harapan dari ibu Yuyun Erlina Susanti, S.Gz, M,Kes, RD selaku Ketua Korwil Surabaya agar kegiatan ini dapat bermanfaat bagi rekan rekan ahli gizi / dietisien dalam kegiatan memberikan pelayanan kepada klien diantaranya pasien kritis di ruang ICU
Dr Bambang Pujo membawakan materi “Manajemen Nutisi Pada Pasien Critical Ill di ICU” dimana beliau mengingatkan bahwa umumnya 1 dari 3 pasien yang masuk rumah sakit berada dalam keadaan malnutrisi dimana hal tersebut akan berdampak pada kesembuhan pasien. Oleh karena itu, maka upaya pemenuhan nutrisi selama pasien di rawat harus mendapat perhatian. Beliau juga memberikan gambaran tentang tahapan atau fase yang dialami seorang pasien dalam masa perawatan. Ada fase Ebb dimana tubuh secara penuh berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pemenuhan tubuh itu sendiri. Dalam tahap fase Ebb, prinsip start low go slow bisa diterapkan.Ada juga fase Flow dimana terjadi peningkatan katabolisme didalam tubuh. Oleh karena itu pemenuhan nutrisi pada masing masing fase juga mempunyai perbedaan agar dapat diterima oleh tubuh. Beliau mengingatkan agaar segera setelah kondisi pasien stabil dengan beberapa indikator yang dapat dilihat, diupayakan pasien dapat terpenuhi kebutuhan nutrisinya secara enteral.
Sementara itu, ibu Ika Mukti Virgianti menyampaikan pelaksanaan asuhan gizi pasien dengan critical ill (pasien kritis) di ruang ICU. Melanjutkan apa yang telah disampaikan oleh pemateri sebelumnya, ibu Ika menekankan peran dietisien dalam upaya pemenuhan nutrisi pasien selama di rawat di ruang ICU. Disampaikan bahwa target pemenuhan nutrisi diupayakan realistis dengan keadaan pasien. Target pemenuhan nutrisi bisa dilakukan bertahap dari 30%, 50%,80% dan 100%.
Akhirnya, setelah 2 materi dan sesi tanya jawab, maka acara yang diikuti oleh 450 peserta dengan peserta terjauh dari flores timur ini diakhiri dengan harapan agar para dietisien dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien khususnya pasien kritis yang dirawat di ICU. Tak lupa diingatkan agar para dietisien senantiasa meningkatkan kemampuan keilmuannya diantaranya melalui kegiatan kegiatan ilmiah.
Semoga, rekan rekan AsDI senantiasa aktif meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada klien
-n3n-
