
Selasa, 15 Oktober 2024
Edisi ke 26 acara lontong balap RRI Pro 4 FM Bersama PD AsDI Jawa Timur kembali mengudara dengan bahasan tentang pemberian susu ikan pada anak sekolah. Narasumber kali ini adalah ibu Rochmatul Rizqiyah, S.Gz yang merupakan ahli gizi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Ibu Rochma menyampaikan bahwa beberapa saat lalu muncul pemberitaan mengenai rencana pemberian susu ikan pada rencana program pemberian makanan bergizi anak sekolah yang akan menjadi program pemerintah kedepan. Sebenarnya pemberian nama susu ikan adalah untuk memudahkan Masyarakat mencerna maksud pemberian makanan tersebut meski sebenarnya itu bukanlah susu. Apa yang disebut susu ikan adalah ekstrak ikan yang dapat dilarutkan dalam air sehingga dianggap seperti susu. Pada prinsipnya program pemberian makanan bergizi anak sekolah adalah memberikan asupan nutrisi khususnya protein. Disampaikan oleh ibu Rochma bahwa sumber protein dapat diperoleh dari daging, ayam, ikan, tahu, tempe, maupun susu.
Perbincangan pagi itu berlangsung dengan hangat dan sangat memberikan pencerahan. Masyarakat dapat memahami apa yang dimaksud dengan susu ikan serta pilihan pilihan yang dapat dikonsumsi oleh Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein.
Terdapat pertanyaan dari Masyarakat pada acara tersebut diantaranya tentang bagaimana menyiapkan generasi yang berstatus gizi baik serta tips untuk mengatasi kesulitan makan pada seorang anak yang sampai kelas 3 SD tidak dapat mengkonsumsi nasi dan hanya mengkonsumsi mie instan
Bu Rochma menyampaikan bahwa untuk menyiapkan generasi yang berstatus gizi baik dimulai justru saat sebelum seorang ibu melahirkan. Pemenuhan gizi ibu sangat penting terutama saat kehamilan sehingga diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat. Oleh karena itu, selama kehamilan, seorang ibu mendapatkan suplementasi nutrisi agar bayi yang dilahirkan sehat. Setelah bayi lahir maka pemberian ASI secara ekslusif ditambahi pemberian makanan pendamping ASI diusia 6 bulan keatas harus mendapat perhatian agar bayi tercukupi kebutuhan nutrisinya serta mengenal aneka makanan. Adapun untuk kasus seorang anak yang hanya mengkonsumsi mie instan sebagai makanan pokoknya, dengan bijak ibu Rochma menyarankan untuk memperkenalkan bahan makanan sumber karbohidrat seperti umbi2an, serealia, jagung, pada kebiasaan makan sang anak. Misalnya, saat anak mengkonsumsi mie instan, diberikan penambahan kentang, atau ada variasi lontong dalam makanan anak.
Pada akhir acara, Ibu Rochmatul Rizqiyah, S.Gz mengingatkan kepada seluruh pendengar agar dapat menjalani pedoman umum gizi seimbang agar dapat mewujudkan generasi yang sehat yang kelak diharapkan menjadi generasi emas 2045. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan asupan protein anak karena berperan penting dalam pembentukan sel sel.
-n3n-
