
Selasa, 18 Juni 2024
Kembali dietisien jawa timur memberikan informasi gizi kepada masyarakat melalui acara Lontong Balap RRI Pro 4 FM. Kali ini mbak Kurnia Resi,S.Gz dari RSUD Kabupaten Kediri memberikan tips pemenuhan nutrisi pasien stroke di rumah.
Saat ini, stroke tidak hanya diderita oleh lansia, akan tetapi sudah ada kecenderungan diderita usia produktif di bawah umur 40 tahun. Penderitanya pun bisa laki-laki maupun perempuan. Umumnya, yang beresiko terkena stroke adalah mereka yang obesitas, berperilaku hidup yang kurang sehat, serta adanya penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi.
Masalah yang sering dialami oleh penderita stroke dalam upaya pemenuhan gizinya adalah adanya gangguan menelan. Setelah perawatan di rumah sakit, pasien stroke bisa pulang ke rumah dengan keadaan kesulitan menelan atau juga ada yang tidak mempunyai kesulitan menelan. Untuk pasien yang mempunyai masalah kesulitan menelan, akan terpasang selang NGT (naso gastric tube)sebagai jalur untuk asupan makanan. Sedangkan untuk pasien yang tidak mempunyai masalah menelan, perlu diperhatikan konsistensi makanan tersebut untuk mengurangi resiko terjadinya aspirasi.
Pada prinsipnya, makanan penderita stroke di rumah adalah rendah natrium serta konsistensi makanannya disesuaikan dengan kemampuan pasien. Untuk pasien diengan NGT mungkin bisa diberikan bentuk cairan baik dari produk komersial maupun dibuat sendiri di rumah. Sedangkan untuk pasien tanpa NGT bisa diberikan dengan konsistensi makanan lumat lalu bertahap ditingkatkan ke makanan lunak dengan lauk yang dicincang.
Acara yang dimulai dari jam 09.00 – 10.00 ini banyak mendapat perhatian dari pendengar radio. Beberapa pendengar menanyakan tentang resiko konsumsi daging qurban karena hari ini masih dalam suasana idul adha. Pendengar yang lain juga bertanya tentang resiko minum kopi terhadap terjadinya stroke, serta ada juga yang bertanya tentang beban pikiran terhadap resiko stroke. Semua pertanyaan diberikan jawaban yang mencerahkan seperti berapa jumlah yang sebaiknya dikonsumsi maupun perlunya manajemen stress.
Tak terasa, waktu 1 jam berlalu dengan cepat. Suasana hangat pembicaraan melalui komunikasi udara diselingi alunan bossanova gambang semarang akhirnya berakhir dengan pesan mbak Resi agar masyarakat menjaga perilaku hidup sehat, mencegah obesitas, batasi konsumsi natrium serta rajin periksa kesehatan secara rutin sebagai upaya meminimalisir terjadinya kejadian stroke. Tak lupa, mbak Resi juga memberikan panduan cara dan berapa banyak bahan makanan yang perlu dibuat untuk makanan penderita stroke tanpa gangguan menelan di rumah.
-n3n-
