21 Nopember 2023. Dietisien muda telah siap di ruang siaran RRI dalam acara Lontong Balap yang diudarakan pukul 09.00 10.00 WIB. Perkenalan diri 2 generasi antara penyiar sebagai host dan Anisa, seorang dietisien dari RSPAL Dr Ramelan Surabaya sebagai narasumber berlangsung akrab dan cair.
Kali ini, perbincangan yang disampaikan kepada masyarakat adalah tentang Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Dalam Mempersiapkan Generasi Emas. Dengan sangat energik, mbak Nisa menyampaikan perlunya seorang ibu yang sedang hamil untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat selama kehamilan dengan harapan anak yang akan dilahirkan akan terlahir dalam keadaan sehat. Anak yang terlahir sehat merupakan aset yang sangat berharga dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia.
Kebutuhan gizi ibu hamil tentu berbeda dibandingkan jika sedang tidak hamil. Peningkatan kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral diharapkan dapat terpenuhi selama masa kehamilan. Peningkatan jumlah kebutuhan pun berbeda beda antara trimester pertama sampai trimester kedua. Pemenuhan energi berkaitan dengan pertumbuhan janin yang dikandung. Dengan pemenuhan energi, diharapkan selama kehamilan, seorang ibu dapat meningkatkan berat badannya 11 16 Kg. Dengan penambahan berat badan yang cukup, diharapkan bayi yang dilahirkan berada dalam keadaan berat badan normal. Begitu pun dengan pemenuhan protein, dimana protein akan berperan dalam pembentukan sel sel penyusun organ, sehingga diharapkan bayi yang dilahirkan mempunyai organ tubuh yang tidak bermasalah. Selain itu, peran vitamin juga tidak kalah penting agar ibu hamil dapat terhindar dari kejadian infeksi yang dapat berdampak pada bayi. Adapun mineral, meski diperlukan dalam jumlah yang kecil, akan tetapi juga berperan menjaga sistem metabolisme ibu selama hamil agar tetap sehat. Misalnya, mineral Fe atau yang biasa disebut zat besi, sangat berperan agar ibu tidak merasa lemah dan lesu selain tentunya agar dapat menjaga kadar Hb tidak terlalu rendah saat melahirkan atau biasa disebut jangan sampai terjadi keadaan kurang darah.
Perbincangan pagi itu sangat akrab, penyiar sebagai host sangat mahir dalam menghidupkan acara sehingga tak heran animo dari masyarakat cukup banyak yang ingin agar anaknya atau cucunya yang saat acara ini berlangsung sedang dalam keadaan hamil dapat terpenuhi gizinya. Beberapa hal yang menonjol ternyata muncul seperti bahwa saat ini ternyata ada kecenderungan merokok pada wanita di Indonesia ternyata meningkat. Kebiasaan merokok, apalagi pada wanita yang sedang hamil sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Jangan sampai kelak terjadi penyesalan jika ternyata bayi yang dilahirkan ada kecacatan diakibatkan kebiasaan merokok ibu selama hamil. Berbagi pengalaman pun dilontarkan oleh pendengar yang terlibat dalam acara tersebut seperti kebiasaan makan kacang hijau atau minum kelapa muda yang ternyata membuat kondisi fisik bayi sangat menggembirakan sang ibu saat melahirkan
Sebelum acara selesai, kembali diingatkan agar ibu yang sedang hamil dapat memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan.Selain itu, perilaku tidak sehat yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi dengan amat sangat mbak Nisa berpesan agar perilaku tersebut ditinggalkan. Sungguh sebuah asa dari mbak Nisa agar ibu ibu Indonesia dapat melahirkan generasi generasi emas bangsa Indonesia.
-n3n-
