Awal Nopember 2023 yang masih gerah. Sebagaimana gerahnya bangsa Indonesia untuk menurunkan angka stunting sebesar 14% di tahun 2024. Stunting, sebagai sebuah keadaan dimana anak gagal untuk tumbuh dan berkembang akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu lama akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berupaya agar bangsa Indonesia dapat terbebas dari keadaan stunting.
Dukungan masyarakat agar masalah stunting dapat diatasi sangat diperlukan. Oleh karena itu, dietisien jawa timur sebagai anggota masyarakat bergerak untuk mengajak masyarakat lainnya agar dapat mencapai tujuan program prioritas nasional yang telah dicanangkan bangsa Indonesia.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh dietisien jawa timur adalah mengajak masyarakat melalui edukasi dalam acara ‘Lontong Balap” bekerjasama dengan RRI Pro 4 FM Surabaya. Materi edukasi kali ini adalah Persiapan Remaja Putri Untuk Pencegahan Stunting. Materi ini disampaikan oleh ibu Nuning Hartiana Widyastuti, SKM, M.Kes, RD.
Pemilihan topik ini merupakan salah satu strategi agar penurunan angka stunting dapat tercapai. Remaja putri harus memahami bahwa mereka dapat berperan dalam pembangunan bangsa dengan menyiapkan dirinya agar kelak tidak melahirkan generasi yang beresiko stunting.
Beberapa hal dapat dilakukan oleh remaja putri dalam mendukung upaya pencegahan stunting diantaranya adalah mencegah terjadinya anemia, berolah raga, serta membiasakan diri untuk mempunyai pola makan yang baik.
Salah satu cara untuk mencegah anemia adalah dengan terlibat aktif dalam program pemberian tablet tambah darah yang diselenggarakan oleh seluruh pemerintah daerah, khususnya di jawa timur. Adapun olah raga adalah bagian agar metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan baik sehingga diharapkan tubuh menjadi lebih sehat yang berguna kelak saat persiapan dalam proses reproduksi. Sedangkan membiasakan diri untuk mempunyai pola makan yang baik dimaksudkan agar kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh dapat tercukupi sehingga diharapkan status gizi remaja putri berkategori baik. Pemilihan makanan di masa remaja harus dapat dilakukan dengan bijak antara memenuhi keinginan dan kebutuhan.
Animo masyarakat yang mendengarkan acara lontong balap ini cukup antusias. Diantaranya adalah mengatasi masalah anak yang kurang suka sayur, ketidakpatuhan anak terhadap arahan orang tua, serta pilihan pilihan makanan yang bisa mencegah anemia. Semua permasalahan yang disampaikan oleh pendengar RRI di berikan upaya jalan keluarnya oleh ibu Nuning, seperti : memberikan jajanan seperti pastel, lemper yang didalamnya bisa diselipkan sayur,memberikan makanan tinggi zat besi seperti tempe, kacang hijau, daging agar tidak terjadi anemia atau kurang darah. Sedangkan untuk perihal perilaku, ibu Nuning mengharapkan kesabaran dari orang tua dalam mengantarkan perjalanan hidup sang anak agar dapat sesuai dengan harapan orang tua.
Semoga, upaya edukasi melalui acara ‘Lontong Balap’ ini dapat mengajak masyarakat untuk ikut mendukung upaya penurunan angka stunting di Indonesia. Dalam hal ini dikhususkan pada peran remaja putri.
-n3n-
