
Juni 2024, tepatnya mulai 14 Juni 2024 sampai dengan 14 Juli 2024 digelar kejuaraan sepak bola eropa. Masyarakat Indonesia umumnya antusias mengikuti jalannya pertandingan di kejuaraan tersebut apalagi saat ini masyarakat Indonesia sangat berharap terhadap perkembangan sepak bola tanah air yang dirasakan sedang meningkat. Sepak bola, memang menjadi salah satu olah raga yang digemari oleh masyarakat Indonesia.
Saat ini banyak lapangan sepak bola sudah penuh dipesan oleh pecinta sepak bola, baik itu klub amatir, maupun sekolah sekolah sepak bola. Selain untuk menjaga kebugaran, motifnya pun ada yang berharap agar kelak dapat menjadi pemain sepak bola profesional.
Agar dapat menjadi pemain sepak bola profesional dengan kinerja yang bagus tentu selain ketrampilan dalam bermain bola juga perlu diperhatikan pemenuhan zat gizi bagi pemain tersebut agar dapat tampil dengan kinerja yang bagus.
Pemenuhan gizi sangat penting bagi pemain sepak bola untuk dapat memastikan bahwa pemain tersebut dapat bermain dengan kemampuan terbaiknya selain berguna untuk mempercepat proese pemulihan setelah bermain.
Kebutuhan energi pemain sepak bola berbeda dengan atlit lain pada umumnya karena pemain sepak bola profesional memerlukan sekitar 1500 – 2000 Kalori selama pertandingan. Pemain sepak bola setidaknya memerlukan asupan energi sekitar 3200 – 4300 Kalor per hari
Pemain sepak bola perlu memperhatikan zat gizi yang masuk terutama
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan aspek penting bagi pemain sepak bola karena merupakan penyedia energi utama selama latihan dan pertandingan. Kebutuhan karbohidrat pemain sepak bola berkisar 50 – 60% dari total energi. Sumber karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, jagung, pasta, pisang, apel, melon, nanas, tomat, wortel, kentang, juga kacang-kacangan.
Protein
Protein penting untuk membentuk dan memperbaiki otot. Proein juga dapat mengurangi hormon yang memberi sinyal lapar. Sumber protein bisa didapat dari ayam, ikan, daging, telur, kacang – kacangan. Bahan makanan tersebut banyak mengandung asam amino esensial.
Lemak
Asupan lemak disarankan 20 – 35% dari total energi. Lemak dapat digunakan sebagai cadangan energi serta berperan dalam penyerapan vitamin A,D,E, dan K yang sangat penting untuk membentuk otot dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Sumber lemak bisa diperoleh dari minyak ikan, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, susu, alpukat, serta minyak zaitun. Perlu diperhatikan untuk mengutamakan lemak berkategori monounsaturated seperti yang terdapat pada alpukat, kacang, dan miyak ikan. Hindari lemak dari susu tinggi lemak, mentega, lemak sapi, dan makanan yang digoreng
Cairan
Kekurangan cairan dapat berpengaruh buruk pada kenerja seorang atlit seperti ketahanan fisik, kecepatan menurun, serta pengambilan keputusan yang terlambat. Asupan 200 – 600 ml cairan sebelum berlatih berguna untuk menghindari dari kekurangan cairan. Cairan bisa diperoleh dari minuman berenergi dan berelektrolit, air kelapa, maupun beberapa potong semangka. Konsumsi cairan ini juga dapat dilakukan saat jeda istirahat.
Vitamin dan Mineral
Asupan vitamin dan mineral yang cukup akan berdampak pada pemenuhan energi, proses pemulihan, mengurangi dampak peradangan, kekuatan tulang, serta kontraksi otot. Salah satu contoh jika kita kekurangan vitamin dan mineral, maka seorang atlit akan mudah mengalami kram. Vitamin dan mineral banyak terdapat pada sayuran dan buah.
Jika anda adalah seorang atlit sepak bola profesional atau ingin menjadi pemain sepak bola profesional serta ingin menjaga performance bermain bola dengan optimal melalui upaya pemenuhan gizi yang tepat, maka anda dapat berkonsultasi kepada ahli gizi yang saat ini terdapat hampir di seluruh layanan kesehatan yang ada di Indonesia. Semoga anda dapat memberikan performance terbaik anda di lapangan.
-n3n-
Referensi : www.harrodsport.com (diakses tanggal 17 Juni 2024 )
