Login      Register

DIET KETOGENIK ; SEBUAH GAYA HIDUP UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN AMANKAH? MUNGKINKAH?

WhatsApp Image 2020 06 14 at 2.47.22 PM

RIDNA TRI WIDYANINGRUM

PENDAHULUAN

Obesitas telah menjadi isue masalah gizi di Indonesia. Dari tahun ketahun jumlah penduduk dengan obesitas mengalami peningkatan.

Muncul berbagai upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah telah membuat program gerakan hidup sehat yang didalamnya terdapat gerakan makan buah dan sayur dan meningkatkan aktifitas fisik. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular ini seringkali disebabkan karena berat badan lebih atau obesitas. Sementara di kalangan masyarakat telah berkembang diet ketogenik yang dipercaya dapat efektif menurunkan berat badan. Apa sebenarnya diet Ketogenik, amankah diterapkan sebagai gaya hidup? Dan mungkinkah diterapkan di Indonesia ?

DISKUSI

  • DIET KETOGENIK

Glukosa adalah molekul paling mudah diubah menjadi energi oleh tubuh. Insulin diproduksi di pankreas untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa dan digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh. Ketika glukosa tersedia dalam darah, maka tubuh tidak menggunakan lemak. Tubuh akan menyimpan kelebihan glukosa dalam bentuk glikogen, dan sisa lainnya akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Diet Ketogenik adalah diet tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidat. Saat karbohidrat berkurang dan lemak meningkat, tubuh memasuki kondisi metabolisme yang disebut ketosis. Kemudian tubuh mulai mengubah lemak menjadi keton, yang merupakan molekul yang dapat memasok energi untuk otak.

Tujuan diet ketogenik ini menjaga tubuh dalam kondisi ketosis, dengan tidak melakukan pembatasan kalori. Prinsipnya sederhana yaitu dengan “Stop Karbo dan Gula, mulai konsumsi lemak”.

Komposisi makanan diet ketogenik adalah : Lemak 70-80%,  Protein 15-25% , Karbohidrat 5%. Makanan pokok diet ketogenik adalah daging, ikan, mentega, telur, keju, krim kental, minyak, kacang-kacangan, alpukat, biji-bijian dan sayuran rendah karbohidrat. Sebaliknya, hampir semua sumber karbohidrat dihilangkan, termasuk biji-bijian, beras, kacang-kacangan, kentang, permen, susu, sereal, buah-buahan dan bahkan beberapa sayuran karbohidrat tinggi.

  • DIET KETOGENIK DAPATKAH MENURUNKAN BERAT BADAN ?

Yancy, et al., 2004: "Diet Rendah Karbohidrat, Ketogenik versus Diet Rendah Lemak Untuk Mengobati Obesitas dan Hiperlipidemia: Percobaan Acak, Terkendali"  Durasi 24 minggu, dengan jumlah populasi sebanyak  120 orang dewasa yang kelebihan berat badan, dan hiperlipidemia dikondisikan pada diet Very Low-Carbohydrate (ketogenik) dan diet Low Fat (LF).

Adapun hasil positif adalah sebagai berikut:

  • Dibandingkan dengan kelompok rendah lemak, kelompok ketogenik mengalami penurunan berat badan yang lebih besar
  • Kelompok ketogenik mengalami trigliserida rata-rata yang lebih rendah
  • Kelompok ketogenik mengalami HDL rata-rata yang lebih tinggi
  • Tidak ada perbedaan dalam LDL antar kelompok

Sarah Ballantyne telah melakukan literature riview tentang diet ketogenik, dengan hasil sebagai berikut :

  • Diet Ketogenik bermanfaat dan memberikan efek positif dalam menurunkan kejang epilepsy pada anak-anak dan dewasa, meningkatkan cognitive dan perilaku pada anak non autis, Perbaikan pada anak autis, Perbaikan gangguan neuro degeneratif (Alzheimer, Parkinson), Perlindungan cedera otak traumatis, Gejala bipolar membaik, Mengurangi nafsu makan, Peningkatan kehilangan massa lemak, Ukuran tumor berkurang, Meningkatkan Performa atletik, Peningkatan kontrol glikemik atau diabetes, Lipid darah meningkat, dan Menurunkan Berat Badan.
  • Diet ketogenik tidak memberikan dampak dalam penurunan berat badan ketika diet ketogenik dilakukan kurang dari 6 minggu.
  • AMANKAH DIET KETOGENIK DIJADIKAN GAYA HIDUP?

Yancy, et al., 2004: "Diet Rendah Karbohidrat, Ketogenik versus Diet Rendah Lemak Untuk Mengobati Obesitas dan Hiperlipidemia: Percobaan Acak, Terkendali"  Durasi 24 minggu, dengan jumlah populasi sebanyak  120 orang dewasa yang kelebihan berat badan, dan hiperlipidemia dikondisikan pada diet Very Low-Carbohydrate (ketogenik) dan diet Low Fat (LF).

Selain itu dari hasil literature review Sarah Ballantyne dapat disimpulkan sebagai berikut :

Bila diet ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan dampak buruk seperti ; Gangguan gastrointestinal (diare, muntah, mual, konstipasi, APK), Risikoradang, Menipisnya rambut / rambut rontok, Batu ginjal, Kramatau kelemahan otot, Hipoglikemia, Trombositopeni, Gangguan konsentrasi / kognisi, Mood yang terganggu, Asidosistubulus ginjal, Kekurangan nutrisi; metabolisme mineral tidak teratur, Gangguan pertumbuhan pada anak, Patah tulang, Osteopeni, Memar yang meningkat (Increased Bruising), Sepsis, infeksi, pertumbuhan bakteri berlebih, Pneumonia, Acute Pancreatitis, Cardiomyopathy, Aritmia jantung, Infarkmiokard, Penyimpangan menstruasi bahkan Kematian.

KESIMPULAN

  • Diet Ketogenik adalah diet tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidat tidak dapat menurunkan berat badan bila dilakukan kurang dari 6 minggu.
  • Berbahaya bila tidak dapat mengatasi efek samping seperti dehidrasi, konstipasi, diare, sakit kepala, kram otot, dan kelemahan fisik, terutama pada kasus-kasus defisiecy selenium bisa sampai menyebabkan kematian mendadak.
  • Kemungkinan kecil bisa diterapkan di Indonesia secara umum. Bisa diterapkan pada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah keatas.

WhatsApp Image 2020 06 14 at 2.48.47 PM

REFERENSI

Annasahmad “coconut lover”,  Coconut Ketogenic Fastosis 2019. https://foodketo.com/QwudSd34exUU/Panduan%20CocoKeto%20Indonesia%20v1.2.pdf

Brehm BJet all, J Clin Endocrinol Metab. 2003 Apr;88(4):1617-23 A randomized trial comparing a very low carbohydrate diet and a calorie-restricted low fat diet on body weight and cardiovascular risk factors in healthy women.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12679447

Freeman JM et all,Pediatrics. 2007 Mar;119(3):535-43.The ketogenic diet: one decade later

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17332207.

Kemenkes RI 2018, Riskesdas 2018

http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf

Phinney SDet all, Metabolism. 1983 Aug;32(8):769-76 The human metabolic response to chronic ketosis without caloric restriction: preservation of submaximal exercise capability with reduced carbohydrate oxidationhttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6865776

Rudy Mawer, MSc, CISSN on June 3, 2017, A Ketogenic Diet to Lose Weight and Fight Diseasehttps://www.healthline.com/nutrition/ketogenic-diet-and-weight-loss#section1

Sarah Ballantyne, Ketogenic Diet Literature Review https://www.thepaleomom.com/wp-content/uploads/2015/05/Ketogenic-Diet-Literature-Review.pdf

Westman ECet all,  Curr Atheroscler Rep. 2003 Nov;5(6):476-83.  A review of low-carbohydrate ketogenic diets. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14525681

William S. YancyJr, A Low-Carbohydrate, Ketogenic Diet versus a Low-Fat Diet To Treat Obesity and Hyperlipidemia: A Randomized, Controlled Trial

https://annals.org/aim/fullarticle/717451/low-carbohydrate-ketogenic-diet-versus-low-fat-diet-treat-obesity

Hubungi kami

Sekretariat
Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya
Jl. Manyar Kertoadi, Sukolilo Surabaya 60117

  • dummy (031) 5924000 Ext. 5840

  • dummy 0817334276

  • dummy asdijawatimur@gmail.com

Newsletter

Silahkan masukkan email anda dan kami akan memberikan informasi kepada anda

Search